MENINGGALKAN PERDEBATAN MESKIPUN BENAR
Di dalam hadis tersebut, Rasulullah saw. menjamin tiga rumah, yakni di tepi surga, di tengah surga, dan di surga yang paling tinggi.
Rumah pertama yang paling rendah tingkatannya adalah untuk orang yang mau meninggalkan perdebatan meskipun benar. Syekh Abdul Muhsin di dalam kitab Syarah Sunan Abi Daud mengatakan bahwa maksud perdebatan disini adalah perdebatan yang dapat menimbulkan pertengkaran, percekcokan dan perbuatan biadab. Sehingga sudah menjadi keharusan seseorang itu meninggalkannya meskipun ia dalam posisi yang benar agar hati tetap tenang tidak terpancing emosi.
Rumah kedua yang derajatnya di pertengahan adalah untuk orang yang meninggalkan kedustaan meskipun bersifat bergurau. Syekh Abdul Muhsin mengatakan bahwa sudah seharusnya manusia itu kembali untuk bersikap jujur dan menjauhi kedustaan, meskipun dengan cara bergurau. Maka jika ia dapat meninggalkan dusta ia akan dijamin mendapat rumah di tengah surga.
Rumah ketiga yang paling tinggi di surga adalah untuk orang yang berakhlak mulia. Dengan demikian, jika seseorang berakhlak mulia, baik kepada siapapun, tidak suka membuat gaduh, dan sensasi yang sampai menimbulkan perdebatan sengit. Atau jika ia berdebat dengan cara yang baik, wa jadilhum billati hiya ahsan, maka ia telah dijamin Rasulullah saw. mendapatkan rumah tertinggi di surga.
Kunjungi juga :
Komentar
Posting Komentar